"Sial." gerutuku sambil menendang sebuah batu kecil.
hari ini betul-betul membuatku bosan tak keruan. nilai matematikaku jelek, entah apalah, apalah...
ugh! pasti nanti dimarahi Ibu lagi. kenapa sih, setiap hari aku selalu mendapat kesialan?
oke, ini emang deritaku... tapi, nggak setiap hari juga kali, aku dapet kesialan terus!
apa rahasianya supaya nggak kena sial terus?
ya, kali ini aku harus terus terang. aku memang anak yang nggak bener perilakunya.
ya... seperti anak berandalan lah, kalo istilahnya.
aku suka bergaul sama anak lelaki dan suka malak.
astaga... sebenarnya aku ingin keluar dari dunia kelam itu, tapi seolah iblis selalu menang menghasutku.
jam belajar selalu kubuat pergi malam hanya untuk bermain dengan anak lelaki.
dan kadang suka pulang jam sebelas malam, bangun jam setengah tujuh pagi..
dan perbuatanku selalu membuat ibu menangis, setiap malam.
rasanya tak ingin memiliki anak berandalan sepertiku.
perempuan yang sudah keterlaluan aku ini, tak pernah membantu ibuku, tak pernah mendo'akannya...
padahal Beliau selalu mendo'akanku...
ya Tuhan,,
dengan apa aku harus membahagiakan pelitaku?
tobat... aku bahkan tak mengerti apa pun tentang agama.
bodoh! aku memang perempuan bodoh!
aku pernah suatu saat melarikan diri dari rumah. kukira Ibu tak sayang padaku, dan aku menginap di rumah salah seorang teman lelakiku, Joni.
selama tiga hari aku tak pulang ke rumah. ibu ternyata gelisah di sana.
bodohnya lagi, aku hampir diculik! dan kejadian itu karena aku mengikuti rayuan Gondrong, anak dari si bos penculik.
ya Tuhan...
berikanlah jalan terbaik supaya aku bisa keluar dari jalan menuju NerakaMu.
aku sadar,
kehidupan yang kujalani ini benar-benar menyimpang dari ajaranNya.
aku ingin tobat, tapi dengan apa ku harus berbuat?
keinginan terbesar kita adalah berbuat baik dn ingin lbh baik,,,,,,,,,,,,, dn kdng niat baik itu selalu da halangn dn ujian nya,kmu tw knpa ,itu krna alloh syang ma kita,selum kita naik ke kelas lebh tinggimkta psty uji,pa kita siap untuk jdy lbh baik, lgy dry yng sekarang,
ReplyDelete